Archive for the ‘DIGITAL’ Category

Setelah surfing2 kesana-kemari,  dapat situs yang bisa mendeteksi orang-orang yang diseluruh dunia yang mempunyai kemiripan dengan wajah Kita. Bagaimana kalian tertarik untuk melihat orang-orang yang mirip dengan wajah kalian, kalau tertarik ini linknya:

http://www.pictriev.com/facedb/fs2.php

Setelah masuk di situs tersebut, Upload Poto kalian, kemudian tunggu sampai prosesnya selesai. Dan setelah itu akan muncul wajah-wajah yang (katanya) mirip dengan Foto kita yang diupload tadi, hebatnya lagi, tool ini bisa mendeteksi jenis kelamin dan umur orang pada foto yang diupload.

anyalah kepada Mark Zuckerberg, apa guna Facebook sebenarnya? Apa yang dia pikirkan saat mencoret-coret rancangan membuat situs jejaring sosial Facebook? Apakah dia pernah terpikir bahwa Facebook bisa membuat seorang presiden ketar-ketir? Apakah dia pernah terbayang bahwa Facebook begitu ampuh sehingga gerakan sejuta pengguna Facebook membela Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah bisa begitu heboh?

Mungkin dia tak berpikir sejauh itu? Pada 2004, malam yang kelam, Zuckerberg sedang patah hati, mengurung diri di kamar asrama di Universitas Harvard. Cintanya ditampik. Lalu dia melampiaskan energi kekesalannya dengan membuat rancangan sebuah situs jejaring sosial yang kelak menjadi situs perkawanan terpopuler di dunia, dengan jumlah pengguna lebih dari 400 juta orang.

Zuckerberg juga mungkin tak berpikir Facebook adalah senjata ampuh untuk politikus dan hukum. Di Indonesia, dengan 20 juta pengguna Facebook, situs ini bisa menjadi alat apa pun tergantung siapa yang memegang dan seberapa kuat mengendalikan massa. Orang menyebut Facebook sebagai bukti adanya kekuatan massa atau people’s power. (more…)


VIDEO itu cuma berdurasi sekitar enam menit. Tapi cukup menghebohkan. Beredar di dunia maya, cukup banyak yang mengaksesnya. Beberapa teman saya, baik yang awam hingga di kalangan yang dekat dengan dunia selebritis, rajin membahasnya dengan detail. Maklum, yang beredar itu adalah video porno.

Tentu jika yang beredar adalah video porno “biasa”, manalah mungkin seheboh sekarang ini. Nah, yang menjadi perbincangan tak lain si “bintangnya” ini. Orangnya mirip sekali dengan Luna Maya dan Nazril Irham alias Ariel (vokalis Peterpan). Luna Maya adalah model papan atas dan kini laris sebagai bintang iklan. Sampai sekaran masih tercatat sebagai ikon sabun Lux. Selain itu, Luna adala presenter. Wajahnya sangat rajin berseliweran di layar kaca. (more…)

Bintang Facebook

Posted: June 14, 2010 in BERITA, DIGITAL
Tags: , ,


Sheryl Sandberg namanya. Dia tak seterkenal Mark Zuckerberg, biliuner muda yang mendirikan Facebook dari kamar kosnya saat kuliah di Universitas Harvard. Dia cantik. Umurnya 40 tahun. Tubuh dan dandanannya bak model. Majalah Vogue pernah memamerkan kecantikannya. Tapi siapa sangka Sandberg adalah jantung bisnis Facebook.

Saat Facebook kebanjiran anggota dan tak bisa menciptakan aliran uang, Sandberg datang. Dialah yang menyalakan mesin uang situs pertemanan yang kini jumlah anggotanya mencapai hampir 500 juta orang–20 juta orang di antaranya berasal dari Indonesia–itu. (more…)

Bencana 2.0

Posted: June 14, 2010 in BERITA, DIGITAL
Tags: ,

“Anakku… anakku…,” Jeudy Francia berteriak dengan suara parau. Ibu muda itu–usianya baru 20-an tahun–menjerit di luar Rumah Sakit St. Esprit, di pinggiran Port-Au-Prince. Anak perempuannya, umur 4 tahun, sedang sekarat dan terbaring di halaman rumah sakit yang kacau balau. Di dekatnya terbaring puluhan mayat korban gempa Haiti terbungkus seprai putih. Seorang nenek meringis. Kakinya terpelintir bak pretzel, kue asin yang kerap berbentuk angka 8.

“Tidak ada obat-obatan, tak ada perawat, tak ada penjelasan mengapa anak saya sekarat,” kata Francia sembari menangis.

Dokter dan perawat juga bingung luar biasa. “Kami kewalahan. Kami tidak memiliki kapasitas untuk lebih banyak korban. Kami tidak punya waktu untuk berbicara,” kata seorang sukarelawan dari Prancis yang bekerja untuk lembaga Doctor without Borders (dokter tanpa batas).

Gempa 7,3 pada skala Richter di kedalaman 10 kilometer itu membuat Haiti berderak. Wilayah itu hampir rata dengan tanah. Rumah sakit lumpuh. Infrastruktur telekomunikasi mampat. Pulau mungil di dekat Kuba dan Amerika Serikat itu terisolasi. Tanpa listrik, hanya bintang yang menawarkan satu-satunya penerangan di kota, rumah bagi hampir 3 juta orang. Bagi sebagian dari mereka yang tergeletak di aspal atau di taman, ponsel memberikan sekilas cahaya, juga harapan.

Untunglah dunia tak sedang tuli. Mulanya beberapa gelintir sukarelawan menuliskan rasa getir mereka soal gempa di Haiti di Twitter dan Facebook. Keprihatinan ini menyebar hebat di ranah situs jejaring sosial. Foto-foto dan video penderitaan orang-orang seperti Francia segera ditonton miliaran orang. Di Facebook, contohnya, dalam semenit tercatat ada 1.500 perubahan status yang memakai kata kunci “Haiti”.

Gema tentang gempa Haiti ini makin kuat saat para influencer seperti Wyclef Jean ikut-ikutan “nge-Tweet”. Musisi asal Haiti itu menyebar virus simpati untuk Haiti. “Kami butuh bantuan segera,” tulis Jean. Anda bisa melihat banyaknya yang menulis “gempa Haiti” di Twitter, http://twitpic.com/mq2nh.

Jutaan orang di dunia pun terenyuh. Maka, saat Palang Merah Internasional membuka layanan berderma lewat ponsel dengan cara potong pulsa, bantuan datang seperti air bah. Hanya dalam tiga hari, 12 sampai 14 Januari, lembaga donor itu telah mengumpulkan donasi sebesar US$ 2 juta (Rp 18,4 miliar) lewat potong pulsa.

Dahsyat. Cukup dengan mengirim pesan pendek berisi “Haiti” ke nomor 90999, orang di Amerika Serikat bisa mengirimkan bantuan. Satu pesan pendek (sandek) setara dengan bantuan US$ 10 (Rp 92 ribu), yang disalurkan lewat Palang Merah. Seperti halnya koin untuk Prita Mulyasari, popularitas sandek derma ini meningkat pesat. “Saat ini adalah hari-hari penuh dengan sedekah mobile,” kata Toni Aiello, bos mGive, perusahaan yang mengelola derma lewat ponsel itu.

Di saat normal, mGive menarik ongkos jasa untuk software sebesar US$ 4 sampai US$ 1.500 per bulan, tergantung seberapa besar lembaga pengumpul dana itu. Dalam kasus Haiti, kata Aiello, mGive menggratiskan semua biaya itu. “Ini tragedi besar, kami ingin turut membantu,” katanya. (more…)

Gerald Harvey Greenfield tiba-tiba bangun dari duduknya. Lelaki itu bukan ingin menambah kopi. “Saya ingin membeli berlian termahal,” katanya sambil berdiri. Tatapan matanya dingin, seolah segalanya bisa dibeli olehnya. Alan Scott Pace, sahabat kentalnya, kaget. Pace tahu, Greenfield orang susah. Persis seperti dirinya. “Bagaimana bisa?” tanyanya.

Greenfield pun membeberkan rencananya: membikin mesin anjungan tunai mandiri (ATM) palsu. Mesin itu dipasang di mal mewah di Manchester, Connecticut, Amerika Serikat. Dengan mesin ATM palsu itulah dia mengeruk data yang bisa digunakan untuk membobol rekening orang-orang kaya. Mal Buckland Hills, di masa itu, adalah tempat yang tepat. Di sana orang-orang kaya dan berparfum mahal biasa menghabiskan uangnya.

“Nekat!” kata seorang polisi. “Belum pernah ada dalam sejarah pembobolan ATM dengan menggunakan ATM palsu.”

Greenfield mungkin bisa disebut salah satu “bapak pembobol ATM”. Dia melahirkan trik baru itu pada 1993. Mesin ATM itu persis aslinya. Dihiasi stiker logo bank dan dipasang di samping ATM resmi. Anjungan tunai itu beroperasi 21 hari. Hasilnya? Sekitar US$ 107 ribu dikantongi (Rp 995 juta). (more…)