Archive for the ‘CERPEN’ Category

Ayah…

Maaf kalau kini aku membencimu…

Sangat membencimu….

Sejak ayah mengatakan “Mau ikut ayah atau ibumu?”

Dulu…

Aku sangat mengidolakanmu…

Dulu… (more…)

Biasanya, setiap cerita pembunuhan akan dimulai dengan ditemukannya mayat korban. Lalu dimulailah penyelidikan oleh seorang inspektur polisi, meneliti satu per satu misteri sampai ditemukan motif dan bukti-bukti yang mengarahkan kebenaran siapa pelaku pembunuhan. Tetapi, saya tidak akan bercerita dengan metode kampung seperti itu.

Saya akan mulai dengan sebuah pengakuan seorang yang berinisial K.J yang berprofesi sebagai psikolog

berikut ini pengakuannya
———————————————–
sayalah yang telah melakukan pembunuhan dengan memukulkan benda keras ke kepala, berkali-kali (saya akan berhenti kalau sudah merasa puas), sampai berdarah-darah dan sang korban sudah tak lagi menghembuskan napas. Kemudian, akan saya tinggalkan sebuah jam dinding di samping mayat korban. Jam dinding yang jarum-jarumnya sudah saya atur sesuai urutan dan waktu pembunuhan. (more…)

” Cinta pertama, Kau Begitu indah untuk ku-kenang tapi kau begitu sedih untuk ku-lupakan”

kenalin namaku daniel
Ada yang bilang cinta dalam hidup kita akan banyak sekali tapi hanya cinta pertama yang tak akan terlupa selamanya. Banyak hal dalam hidup ini yang terjadi dan berjalan dengan waktu dan terkenang indah, salah satunya cinta dalam hidup kita, mungkin buat seseorang masa lalu tentang cinta itu tidak berarti, tapi bagi gua, adalah sebuah anugerah yang tidak akan terlupakan. Cinta yang terjadi antara gua dengan gadis bernama Angel, gadis yang telah lama menjadi kenangan dalam hidup gua. Semoga saja dengan kisah ini, banyak pelajaran yang bisa didapatkan, bagaimana kita mengerti kalau cinta ada saat kita benar-benar telah kehilangan.

(more…)