Susno dan Gerakan Facebooker Miring

Posted: June 14, 2010 in BERITA, DIGITAL
Tags: , ,

anyalah kepada Mark Zuckerberg, apa guna Facebook sebenarnya? Apa yang dia pikirkan saat mencoret-coret rancangan membuat situs jejaring sosial Facebook? Apakah dia pernah terpikir bahwa Facebook bisa membuat seorang presiden ketar-ketir? Apakah dia pernah terbayang bahwa Facebook begitu ampuh sehingga gerakan sejuta pengguna Facebook membela Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah bisa begitu heboh?

Mungkin dia tak berpikir sejauh itu? Pada 2004, malam yang kelam, Zuckerberg sedang patah hati, mengurung diri di kamar asrama di Universitas Harvard. Cintanya ditampik. Lalu dia melampiaskan energi kekesalannya dengan membuat rancangan sebuah situs jejaring sosial yang kelak menjadi situs perkawanan terpopuler di dunia, dengan jumlah pengguna lebih dari 400 juta orang.

Zuckerberg juga mungkin tak berpikir Facebook adalah senjata ampuh untuk politikus dan hukum. Di Indonesia, dengan 20 juta pengguna Facebook, situs ini bisa menjadi alat apa pun tergantung siapa yang memegang dan seberapa kuat mengendalikan massa. Orang menyebut Facebook sebagai bukti adanya kekuatan massa atau people’s power.

Dulu kita pernah bangga karena Facebook bisa menyelamatkan Bibit dan Chandra dari cengkeraman Susno Duadji, yang waktu itu menjabat Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, saat heboh perseteruan “cicak versus buaya”. Cicak adalah Bibit dan Chandra serta Komisi Pemberantasan Korupsi. Sedangkan buaya waktu itu adalah “wakil” dari polisi. Gerakan sejuta pengguna Facebook telah menggerakkan demonstrasi dan membuat Bibit-Chandra terbebas dari tudingan menerima suap.

Kini, gerakan yang sama digunakan oleh pendukung Susno Duadji. Di Facebook sekarang ada dua gerakan besar. Pertama, “Dukungan Susno Duadji untuk Kebenaran”. Yang ini anggotanya sudah heboh. Jumlahnya mencapai 217 ribu orang. Yang kedua, gerakan “Sejuta Dukungan untuk Susno Duadji Mereformasi Polri”, anggotanya 45 ribu pengguna Facebook.

Susno, yang dulu dicap kelam di kalangan pengguna Facebook, kini tiba-tiba menjadi “putih”. Dia mendapat dukungan besar karena ditahan setelah membuka kasus makelar kasus, seperti Gayus Tambunan, Sjahril Djohan, dan Haposan.

Hitam berubah menjadi putih dalam waktu singkat sungguh aneh. Apakah para pengguna Facebook sudah lupa kisah cicak vs buaya? Begitu mudahkah situs jejaring sosial ini disetir oleh orang atau isu tertentu? Melihat pertumbuhan dukungan terhadap gerakan pengguna Facebook terhadap Susno bukan mustahil, dukungan itu akan sebesar di masa kisruh kasus cicak vs buaya.

Jadi, mari kita tanya kepada Mark Zuckerberg, apakah Facebook ini kita gunakan untuk dukung-mendukung seperti ini?

Sebelum saya mendapat jawaban itu, seorang teman di Twitter dan Foursquare mengajak saya membuat gerakan melawan Sekretariat Gabungan Partai Koalisi. “Gila ini,” kata teman saya. Dia bersungut-sungut gara-gara, dengan adanya Sekretariat itu, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie bisa memanggil menteri. “Ini kelewatan. Kekuasaannya sudah melebihi perdana menteri. Ayo kita bikin gerakan dengan Foursquare.”

Foursquare? Mungkin Anda baru mengenalnya. Ini adalah situs perkawanan yang sedang menjadi “demam” di Jakarta, terutama kalangan pengguna BlackBerry dan iPhone. Dengan Foursquare, Anda bisa terhubung ke teman yang kebetulan berada pada lokasi yang sama, misalnya restoran atau plasa. Saat pengguna Foursquare berada di kafe, misalnya, situs ini akan mengabari kawan yang lain lewat Twitter dan peta lokasinya.

“Ayo kita bikin gerakan sejuta pengguna Foursquare menduduki kantor Sekretariat Koalisi. Dunia pasti tercengang,” katanya berapi-api. Dunia pasti terbelalak bila Foursquare di Indonesia bisa mengumpulkan orang untuk berdemo menentang Sekretariat Koalisi.

Itu bukan hal mustahil. Pasalnya, di Jepang, 250 ribu ibu rumah tangga bisa menekan angka inflasi berkat situs jejaring sosial Mainichi Tokubai. Situs pertemanan itu kini menjadi situs favorit kaum ibu di Jepang. Bahkan situs pertemanan itu kini dianggap sebagai “satu-satunya situs jejaring sosial yang mampu menentukan harga bahan kebutuhan pokok di Jepang.” Wow….

Situs pertemanan ini bisa diakses dari mana saja karena ada format mobile-nya, layaknya Facebook atau Twitter. Bahkan terintegrasi dengan pesan pendek atau SMS. Pagi itu, misalnya, ponsel Hiroe Ishimoto, ibu rumah tangga, bergetar dan sebuah pesan masuk, “Di Supermarket Belc masih ada sejumlah besar telur hari ini dengan hanya sekitar US$ 1 untuk selusin.” Di bawahnya ada nomor telepon layanan antar toko itu.

Jadi, mari bikin orang Amerika tercengang melihat gerakan sejuta Facebooker, Foursquare, atau Twitter dengan tema yang aneh bin miring.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s