Musim Modifikasi Setan

Posted: June 13, 2010 in BERITA, SERBA-SERBI
Tags: , ,

Bengkel mobil sudah jelas jadi tempat untuk memodifikasi mobil. “Vermak Lepis” milik Mang Juha di pojok Pasar Senen, juga sudah jelas jadi tempat untuk memodifikasi celana jins.

Nah, dimana tempat memodifikasi setan? Jawabnya adalah gedung bioskop! Kenapa?

Lihat saja film-film yang kini menjejali gedung bioskop di Tanah Air. Modifikasi atas berbagai bentuk setan itu telah diperlihatkan dengan canggihnya, bukan oleh dukun, tapi oleh para kreator film kita. Mulai dari Hantu Jeruk Purut, Bangku Kosong, Kuntilanak, Hantu Ambulans, sampai yang paling mutakhir: anaknya kuntilanak dalam Kuntilanak Beranak.

Tidak usah berdebat panjang karena kita tahu persis bahwa alasan pembuatan film seperti itu adalah persoalan untung rugi. Keturunan para pedagang kain India dan grosir barang elektronik bajakan di Glodok yang kini jadi produser film, memang hanya menghitung film dari satu sisi itu saja.

Salahkah mereka jika sebagai produser harus cari untung lewat film? Tentu saja tidak. Layaknya bisnis lain, keuntungan adalah salah satu tujuan akhir dari proses produksi film.

Persoalannya adalah bahwa film bukan sekadar kain atau barang elektronik bajakan semata. Bagi orang-orang akademis, film akan dianggap merupakan komoditas dengan budaya sebagai roh-nya.

Film menjadi media komunikasi antara sang pembuat dan para penikmatnya. Oleh karenanya, film hantu asal-asalan adalah sesuatu yang haram lantaran tak ada transformasi nilai budaya di sana.

Yang penting bagi saya, bagaimana saya akan menjelaskan kepada anak-anak saya tentang kenapa bioskop hanya diisi cerita tentang hantu. Kenapa saya harus melarang mereka menonton film setan tak bermutu itu? Kenapa tidak ada cerita tentang teman-teman seusia mereka?

Saya pernah berpikir untuk mengatakan, kalau ada dua orang berbicara tentang setan, maka akan ada orang ketiga yang ikut mendengarkannya, yakni: setan. Nah, kalau film tentang setan itu ditonton dua puluh orang, maka ada sepuluh setan yang ikut menonton di bioskop itu.

Saya yakin, anak-anak pasti akan takut nonton film ditemani setan. Tapi, saya belum tega bicara seperti itu. Siapa tahu, musim film setan dengan beragam modifikasinya yang sudah berjalan bertahun-tahun ini segera usai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s