Kematian David Hartanto

Posted: June 13, 2010 in BERITA
Tags: ,

Kematian mahasiswa Indonesia yang dituduh menusuk profesornya di Singapura, David Hartanto Widjaja melahirkan diskusi baru. Bukan cuma soal apakah David Hartanto memang benar membunuh profesornya atau malah dia menjadi korban?

Hal lain yang mengejutkan justru soal sistem pendidikan di NTU Singapura. Benarkah pendidikannya terlalu keras? Seorang blogger yang juga alumni di sana, Margaritta, menuturkan dengan lugas di tulisan yang berjudul “An Hour from Home, Thousand years from Heart”.

Tulisan di blog itu begitu menyentuh. Menggambarkan betapa kerasnya kehidupan di NTU, sampai-sampai mahasiswa di sana ada saja yang berusaha bunuh diri denga meloncat ke rel kereta, membenturkan kepala ke kaca atau masuk rumah sakit jiwa.

Anda bisa melongok tulisan selengkapnya di blognya. Berikut cuplikannya:

Mengapa Margarita mengatakan I WAS DAVID? Inilah penuturannya yang lain:

“Di Singapura, kami dijamu oleh kamar asrama. Kami mendapatkan kamar yang bersih, air listrik-microwave sepuasnya, plus internet 100mbps. Fasilitas sekolah sangat baik. Beberapa dari kami menjadi asisten dosen, digaji untuk belajar dan riset dengan materi tercukupi.

Sayangnya, terkadang terlupakan bahwa bakat itu melekat pada seorang manusia. Kami dilihat hanya berdasarkan apa yang dapat kami hasilkan, bukan sebagai anak manusia. Hak paten apa yang bisa kami hasilkan? Tulisan untuk jurnal mana yang bisa kami terbitkan? Dapatkah penghasilan kami meningkatkan pendapatan nasional?

Terlebih gue bukan warga negara, itu artinya gue dan orangtua gue tidak pernah menyumbangkan pajak guna membangun negara. Jadi ketika gue menikmati majunya negara Singapura, gue dituntut untuk ‘membayar’ lebih dari warga-negara biasa, dengan semakin berprestasi dan mengharumkan nama universitas seharum-harumnya.”
.
Di luar kematian David dan kerasnya NTU yang dituturkan Margarita itu ternyata masih banyak kasus kematian-kematian yang nestapa lainnya di NTU. Ini di antaranya: Seorang Lagi Gantung Diri.

Mestinya mahasiswa-mahasiwa Indonesia yang di NTU bikin buku putihnya soal kematian-kematian nestapa itu. Siapa yang berminat memulai?

Setelah membaca tulisan-tulisan itu saya jadi mafhum, mengapa tak semua siswa pintar mau masuk NTU.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s