Archive for June 13, 2010

First of May

Posted: June 13, 2010 in BERITA, MUSIC
Tags:

Kali ini saya akan membahas lagu First of May yang ditulis oleh Bee Gees pada 1968. Ini salah satu lagu favorit saya. Terdengar indah, apalagi jika yang melantunkan adalah Mbak Sarah Brightman yang cantik bersuara bidadari. Waduh. So beautiful and sublime.

Di sela musik yang tidak hingar-bingar, lagu ini dengan ajaib merembes ke hati. Betapa tidak, dia bercerita tentang sesuatu yang berharga yang kita miliki (christmas tree, bisa bermakna cinta atau apa pun yang luar biasa bagi kehidupan seseorang), yang begitu kita hargai di masa muda. (more…)

Sepekan yang lalu saya berkunjung ke Meulaboh, Aceh Selatan, melihat perkembangan Aceh setelah beberapa tahun tsunami. Kali ini saya menumpang pesawat ringan milik armada Susi Air, dengan rute Medan – Nagan Raya, Meulaboh.

Siang itu hari cukup cerah. Panas terik malah. Saya rada grogi waktu menyaksikan pesawat jenis Grand Cessna Pk-VVF prakir di bandara Polonia. Ramping tubuhnya. Sayapnya tampak lebih panjang dibanding sayap pesawat ringan jenis yang lain.

Apa iya si kecil ramping ini sanggup membawa kami, 12 penumpang, menuju Meulaboh? Begna, staf Unicef di Meulaboh, juga penumpang, menenangkan saya. “Rileks, pesawat Susi Air dikenal lebih aman dibanding Merpati. Peralatan navigasinya canggih,” kata Begna. “Kau lihat sayap yang lebih panjang, itu menandakan secara aeronotika dia lebih aman.” Hm, oke deh… (more…)

Sandyakalaning Koran

Posted: June 13, 2010 in BERITA
Tags: ,

Sejarah tak pernah mau menunggu. Saat waktunya tiba, ia akan menorehkan penanya segera. Lihatlah masa gelap Eropa sebelum Johannes Gutenberg membikin mesin cetak pertama pada 1454. Di Eropa saat itu hanya ada 30 ribu buku. Setelah 46 tahun lelaki dari Mainz, Jerman, ini melahirkan mesin cetak, Eropa memiliki koleksi buku sebanyak sembilan buku.

Sejarah tak mau menunggu. Angin perubahan datang bersama waktu. Sejarah adalah “makhluk” yang tertib, disiplin.

Perilaku sejarah yang super-duper disiplin itu bergulir hingga kini. Saat Bill Gates menyodorkan cara baru berkomputer, Internet menyita separuh kesibukan orang-orang masa kini, dan Mark Zuckerberg mengubah gaya hidup 180 derajat dengan Facebook, sejarah juga datang dengan begitu disiplin. (more…)

Musim Modifikasi Setan

Posted: June 13, 2010 in BERITA, SERBA-SERBI
Tags: , ,

Bengkel mobil sudah jelas jadi tempat untuk memodifikasi mobil. “Vermak Lepis” milik Mang Juha di pojok Pasar Senen, juga sudah jelas jadi tempat untuk memodifikasi celana jins.

Nah, dimana tempat memodifikasi setan? Jawabnya adalah gedung bioskop! Kenapa?

Lihat saja film-film yang kini menjejali gedung bioskop di Tanah Air. Modifikasi atas berbagai bentuk setan itu telah diperlihatkan dengan canggihnya, bukan oleh dukun, tapi oleh para kreator film kita. Mulai dari Hantu Jeruk Purut, Bangku Kosong, Kuntilanak, Hantu Ambulans, sampai yang paling mutakhir: anaknya kuntilanak dalam Kuntilanak Beranak.

Tidak usah berdebat panjang karena kita tahu persis bahwa alasan pembuatan film seperti itu adalah persoalan untung rugi. Keturunan para pedagang kain India dan grosir barang elektronik bajakan di Glodok yang kini jadi produser film, memang hanya menghitung film dari satu sisi itu saja. (more…)

Bulu-bulu hewan seperti rubah, kelinci, atau domba sangat lazim digunakan untuk membuat busana atau aksesori penunjang penampilan. Tapi, kini ada hewan baru yang masuk dalam daftar ‘bahan’ aksesori, yaitu tikus. Bulu tikus ternyata bisa diolah menjadi scarf bulu yang cantik.

Jenis tikus yang dijadikan bahan aksesori bukan tikus sembarangan. Tikus tersebut adalah tikus yang tinggal di daerah air payau yang disebut nutria. Panjangnya sekitar 60 cm dan beratnya kg. Scarf bulu tikus nutria ini ditampilkan dalam koleksi Autumn/Winter 2010, karya perancang asal Alabama, Amerika Serikat, Billy Reid.

Reid menggunakan bulu tikus untuk kerah, topi dan mantel malam hari. Rumah mode J Mendel juga mengeluarkan koleksi mantel tambal sulam dengan bulu ini, dan terlihat sangat mewah. Lalu, Oscar De La Renta membuat potongan pada tepi mantel bulu tikus dan dipadukan dengan permata.

Tren aksesori bulu tikus ini dipelopori oleh Cree McCree, seorang seniman asal New Orleans, Amerika Serikat. Ia berinisiatif untuk menjadikan bulu nutria, menjadi bahan aksesori secara etis. (more…)

Kematian David Hartanto

Posted: June 13, 2010 in BERITA
Tags: ,

Kematian mahasiswa Indonesia yang dituduh menusuk profesornya di Singapura, David Hartanto Widjaja melahirkan diskusi baru. Bukan cuma soal apakah David Hartanto memang benar membunuh profesornya atau malah dia menjadi korban?

Hal lain yang mengejutkan justru soal sistem pendidikan di NTU Singapura. Benarkah pendidikannya terlalu keras? Seorang blogger yang juga alumni di sana, Margaritta, menuturkan dengan lugas di tulisan yang berjudul “An Hour from Home, Thousand years from Heart”.

Tulisan di blog itu begitu menyentuh. Menggambarkan betapa kerasnya kehidupan di NTU, sampai-sampai mahasiswa di sana ada saja yang berusaha bunuh diri denga meloncat ke rel kereta, membenturkan kepala ke kaca atau masuk rumah sakit jiwa. (more…)

Kalangan pendidik dan orangtua siswa diimbau mewaspadai penggunaan plastik yang mengandung bahan kimia berbahaya pada perlengkapan alat tulis. Salah satu zat aditif berbahaya itu adalah phthalate, bahan pembuatan penghapus yang banyak digunakan siswa sekolah.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tengah mengkaji kecenderungan adanya bahan kimia pada alat kelengkapan siswa dan mainan anak-anak. Kajian dilakukan karena diduga kuat sejumlah alat kelengkapan sekolah dan mainan anak-anak itu mengandung zat kimia berbahaya.

Menurut Head Division of Science and Technology Service LIPI Agus Haryono, bahan plastik berbahaya itu antara lain monomer, zat tersisa yang tidak bereaksi saat pembentukan polimer. Styrofoam adalah salah satu bentuk monomer berbahaya. Selain monomer, zat berbahaya lainnya adalah pelentur plastik jenis phthalate. (more…)