Ayo Maju, Maju!

Posted: May 18, 2010 in BERITA


Anda mungkin termasuk salah satu dari jutaan orang Indonesia yang terpaku sedih di depan televisi, saat Simon Santoso dipaksa mengakui kehebatan Chen Jin. Pada final Thomas Cup di Kuala Lumpur, Minggu (16/5), tim China mempertahankan gelarnya setelah mengalahkan Indonesia 3-0.

Di masa lalu, bulu tangkis merupakan salah satu cabang olahraga yang membuat kita bangga. Sebagian mungkin ingat saat Susi Susanti menitikkan air mata di Barcelona 1992. Menggantung di lehernya adalah medali emas pertama Indonesia di Olimpiade. Indonesia Raya mengalun.

Kejayaan masa lalu itu, setidaknya hingga saat ini, belum bisa kita ulangi. Kami pun bertanya melalui Yahoo! Answers: Bagaimana memompa prestasi bulu tangkis kita? Jawaban yang masuk menggambarkan antusiasme dan perhatian terhadap cabang olah raga ini. Kurang dari 24 jam, hampir 900 jawaban yang masuk.

Ratusan penjawab mengemukakan ide mereka untuk memompa prestasi bulu tangkis. Ada juga yang mengemukakan harapan, semangat dan dukungan terhadap atlet-atlet nasional bulu tangkis. Sejumlah jawaban masih berandai-andai dengan taktik menghadapi China di final kemarin.

Alex Wenas, seorang penjawab, menekankan fokus anggaran di Pelatnas. Jangan sampai, kata dia, dana tersedot untuk membiayai para pengurus. Di luar bulu tangkis, Alex mendorong pemerintah untuk fokus menyokong cabang olahraga yang mampu berprestasi. “Pemerintah seharusnya menyadari kemampuan atlit kita pada setiap cabang olahraga,” kata Alex.

Penjawab bernama Jalak Putih bahkan memberi jawaban yang sistematis. Ia membagi rencana memajukan bulu tangkis ke empat tahap: rekrutmen, pelatihan, pembinaan, lalu pembenahan organisasi. Masing-masing tahap itu masih ia perinci lagi. Menurut dia, “Pemerintah jangan ragu untuk mendanai bulu tangkis dalam jumlah besar, karena hanya (cabang) ini yang paling sering mengumandangkan Lagu Indonesia Raya. Bandingkan dengan sepakbola yang memakan biaya besar tapi prestasinya nol.”

Ada pula jawaban Rudy, yang menyarankan pemerintah membentuk tim Satgas perekrutan bibit pemain. Ini bukan sekadar meniru Satgas lain yang lagi marak, melainkan menunjukkan betapa pentingnya merekrut bibit baru. Sekarang, kata Rudy, malah beredar kabar bahwa untuk masuk Pelatnas Cipayung harus membayar. “Semoga saja kabar itu tidak benar,” ujarnya.

Ah, masih banyak ide-ide cerdas yang dituangkan komunitas Yahoo! Answers Indonesia di topik itu. Semoga para penjawab ikhlas bila ide mereka dipakai untuk memompa prestasi bulu tangkis kita. Agar medali emas, piala Thomas dan Uber, makin sering singgah ke sini.

Ayo maju, maju!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s