Archive for May 18, 2010


Hati-hati bila menulis status di facebook. Seorang mahasiswa ITB dikecam oleh Solidaritas Mahasiswa Papua Peduli Anti Rasis di Indonesia, karena tulisannya yang berbau rasisme. Rakyat Papua menuntut kasus ini diselesaikan secara hukum.

Kronologis kejadian berawal dari status facebook Dzulkiflry Imadul Bilad yang tercatat sebagai mahasiswa ITB program studi kimia. Statusnya itu di up date pada 3 Mei 2010 seusai pertandingan Persib vs Persipura.

Walaupun si mahasiswa telah meminta maaf pada 4 Mei 2010 lewat status facebook-nya, Koordinator Solidaritas Mahasiswa Papua, Yohanes Okdinon menganggap perlakukan mahasiswa ITB tetap tidak etis, karena seakan-akan memaksa orang Papua untuk memahami kalimat tersebut. (more…)


Perusahaan Vivos, yang berbasis di Kota Del Mar, California, Amerika Serikat mengaku telah menyiapkan suatu kompleks ruang bawah tanah (bunker) khusus untuk menghadapi “Hari Kiamat.” Terletak di bawah gurun Mojave, bunker itu dirancang untuk membuat penghuni aman dari serangan nuklir dan bencana alam sekaligus membuat mereka tetap nyaman, seperti tinggal di rumah.
Kamar tidur dalam Bunker Hari Kiamat
Bunker Hari Kiamat yang didesain perusahaan asal AS, Vivos dilengkapi berbagai fasilitas, salah satunya adalah kamar tidur.


Sebelum meninggal, Mama Lauren telah memperlihatkan sebuah selendang kepada Beby Djenar, anak angkat sekaligus muridnya. Selendang itu berwarna hijau. Mama Lauren mengaku mendapatkannya dari Pantai Selatan dan akan diwariskan kepada penerusnya.

“Benda itu berupa selendang tapi belum sempat diserahkan kepada saya. Mama baru menunjukkan saja tiga bulan yang lalu,” kata Beby Djenar saat ditemui di rumah duka di Komplek Cipinang Indah, Jakarta Timur, Selasa 18 Mei 2010. (more…)

Ayo Maju, Maju!

Posted: May 18, 2010 in BERITA


Anda mungkin termasuk salah satu dari jutaan orang Indonesia yang terpaku sedih di depan televisi, saat Simon Santoso dipaksa mengakui kehebatan Chen Jin. Pada final Thomas Cup di Kuala Lumpur, Minggu (16/5), tim China mempertahankan gelarnya setelah mengalahkan Indonesia 3-0.

Di masa lalu, bulu tangkis merupakan salah satu cabang olahraga yang membuat kita bangga. Sebagian mungkin ingat saat Susi Susanti menitikkan air mata di Barcelona 1992. Menggantung di lehernya adalah medali emas pertama Indonesia di Olimpiade. Indonesia Raya mengalun.

Kejayaan masa lalu itu, setidaknya hingga saat ini, belum bisa kita ulangi. Kami pun bertanya melalui Yahoo! Answers: Bagaimana memompa prestasi bulu tangkis kita? Jawaban yang masuk menggambarkan antusiasme dan perhatian terhadap cabang olah raga ini. Kurang dari 24 jam, hampir 900 jawaban yang masuk. (more…)